CERPEN : LORI HADIR DI MIMPIKU

"Lori memandangku dari tempat ia duduk!". Kataku dalam hati.
"Ak tak berani memandangnya balik", hanya bisa melihat dari ujung mata, dan merasakan tatapannya.

Ak tidak fokus mendengarkan Arni berbicara dengan kelompok bincang kami. Fokus ku terbelah dengan keberadaan Lori.
Lalu tiba" Lori berjalan di depan ku melewati meja kelompok bincang kami.
Yang kusadari dia terlihat acuh juga tak melihat ku, "ya.. hanya lewat" uacapku dalam hati.

"Ternyata hanya aku saja yang terlalu percaya diri, lega hatiku melihat ia mulai berjalan menjauh"

Kembali ku mendengarkan celotehan Arni sambil tertawa dengan leluconnya. Setelah usai dengan cerita Arni, ak mulai merasa haus dan segera beranjak dari tempat duduk tuk mengambil air minum.

Ketika kuingin menuangkan minuman dingin ke cangkirku, ku merasa ada orang yang terus memandangiku.
Kulihat sekeliling... Ya prasangka ku benar , itu Lori lagi yang memandangiku.
Segera ku kembali fokus ke minumanku.
Sambil bergumam "sungguh apa mau nya sebenarnya".
Dia sudah akan menikah dengan orang yang entah aku tak kenal
Kenapa ia melihatku seperti itu Arg ..

Kuteguk air minum sekali lagi hingga habis, dengan terburu-buru ingin segera menghindar dari tatapan Lori.
Tak disangka Lori hanya melewatiku lagi, sama persis dengan kejadian tadi ketika ak duduk.

"Okey hatiku.. mungkin hanya aku yang terlalu percaya diri" Ucapku dalam hati sambil menghela nafas. Merasa lega kembali.

Dengan penuh ketenangan, kuberjalan menuju tempat duduk kembali.
Sekarang, kuperhatikan Ria yang sedang bercerita dengan heboh nya. Arni yang tadi bercerita, sudah tidak ada di tempat duduknya. Kuyakin dia sedang mencari makan. Karena ceritanya tadi hanya tentang makanan. 

Tiba" ak merasakannya lagi...
Tatapan ini.
Kucari sekeliling lagi
Tepat dugaanku!
Lori si manusia cabul itu argh ...

Segera ku berdiri dari kursi dan pergi meninggalkan teman-teman ku dengan terburu-buru sambil lari entah kemana. Kuberlari sejauh mungkin. Lari hingga Ter engah engah. Lari karena ak benci Lori.

Tiba" ak bangun...
"Ternyata hanya mimpi" ucapku "ah syukurlah"
Sambil merasa lelah seperti habis lari.

Dalam hati, 
"Ah sial kenapa hatiku mengingat Lori"

Yang ak ingin impikan adalah Fariz bukan Lori
"Argh hati, apa maumu sebenarnya?!" Ucapku dengan nada sedikit marah

Lori adalah teman satu kelasku selama 3 tahun di SMA, sedangkan Fariz teman kuliah ku di S1 hingga  sekarang. Sudah 5 tahun lebih aku berteman dengan Fariz.
"Dari periodenya pun bisa dilihat hati...lebih lama ak dekat dengan Fariz ketimbang Lori."
"Kedewasaannya pun bisa dilihat dari umur pertemuannya."
"Hati oh hati" 
"Dengarkan otak ini" 

Sial.. perdebatan ini membuang waktu ku
Sudah jam 7 ak harus cepat mandi
Aaaagggrr...
Aku tidak mau terlambat kerja hanya karena Lori.

Comments